Uncategorized

Tugas IT kewirausahaan bidang kebidanan

“KAMPUNG KOMPOS”

 

KELOMPOK 7

ANGGOTA:

 

  • DEDE YASMIN
  • FIA MARWATUL AFIFAH
  • LYSA UTAMI MULYADI
  • SONIA WARDHANA
  • SYIFA DWI ALYA

 

 

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SUKABUMI

KOTA SUKABUMI

2018

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1. LATAR BELAKANG

            Limbah peternakan merupakan produk dari usaha peternakan, yang keberadaannya tidak dikehendaki sehingga harus dibuang. Limbah peternakan terdiri dari banyak jenis sesuai yang dihasilkan oleh ternak. Usaha budidaya ternak (sapi) menghasilkan limbah berupa kotoran ternak (feces, urine), sisa pakan ternak seperti potongan rumput, jerami, dedaunan, dedak, konsentrat dan sejenisnya. Setiap harinya, seekor sapi dapat menghasilkan kotoran 10-15 kg.

Desa Margaluyu Kecamatan Sagaranten Kabupaten Sukabumi merupakan salah satu sentral peternakan dan pertanian. Sebagaian besar warga Desa Margaluyu mata pencaharian sebagai peternak dan petani.

Rendahnya tingkat pendidikan masyarakat di Desa Margaluyu Kecamatan Sagaranten Kabupaten Sukabumi merupakan salah satu kondisi yang menjadi pertimbangan untuk di adakannya kegiatan penyuluhan, tingkat pendidikan di daerah ini di katakan rendah karena persentase tingkat pendidikan masyarakatnya maksimal hanya lulusan SMP. Hal ini menyebabkan kurang adanya pengolahan limbah peternakan sehingga limbah tersebut hanya dibuang begitu saja serta terjadinya pembakaran pada sisa pakan hijauannya sehingga dapat mengganggu kesehatan warga setempat.

Selama ini banyak keluhan masyarakat akan dampak buruk dari kegiatan usaha perternakan karena sebagian besar peternak mengabaikan penanganan limbah dari usahanya.  Limbah peternakan yang dihasilkan oleh aktivitas peternakan seperti feses, urine, sisa pakan, serta air dari pembersihan ternak dan kandang menimbulkan pencemaran yang memicu protes. Baik berupa bau tidak enak yang menyengat, sampai keluhan gatal-gatal ketika mandi disungai yang tercemar limbah peternakan.

Kotoran ternak merupakan salah satu limbah pertanian yang masih belum optimal pemanfaatannya. Sebagian besar petani menggunakannya langsung sebagai pupuk kompos atau yang biasa kita sebut pupuk organik. Dan banyak juga yang memperlakukan kotoran ternak tersebut hanya dengan membakar atau menumpuknya saja.

Jika dipandang dari sisi kesehatan, hal ini akan menimbulkan masalah-masalah sanitasi yang dapat mengganggu kehidupan masyarakat sekitar. Selain itu, kotoran ternak juga memiliki bau yang sangat kuat yang dapat mengganggu saluran pernafasan terutama bagi anak-anak. Oleh karena itu pengolahan kotoran ternak harus dilakukan dengan khusus yang hasilnya dapat bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Salah satunya seperti pemanfaatan kotoran ternak sebagai pupuk.

Pengolahan kotoran ternaik yang memiliki kandungan N, P dan K tinggi sebagai pupuk kompos bisa memenuhi unsur hara yang dibutuhkan oleh tanah dan memperbaiki struktur tanah agar lebih baik.

Berkenaan dengan hal tersebut, maka upaya menangani limbah ternak yang selama ini dianggap mengganggu karna menjadi sumber pencemaran lingkungan perlu ditangani dengan cara yang tepat sehingga dapat memberi manfaat lain berupa keuntungan ekonomis dari penanganan tersebut. Penanganan limbah ini diperlukan bukan saja karna tuntutan akan lingkungan yang nyaman dan sehat tetapi juga karna perkembangan peternakan mutlak mmperhatikan kualitas lingkungan, sehingga keberadaannya tidak masalah bagi masyarakat sekitar.

 

2. RUMUSAN MASALAH

    Apakah pengolahan kotoran ternak yang benar dapat mengurangi pasien dengan penyakit kulit dan gangguan pernafasan?

 

3. MANFAAT

  1. Diharapkan dengan masyarakat bisa mengolah kotoran ternak dengan baik dapat mengurangi masalah gangguan pernafasan dan penyakit kulit yang disebabkan oleh kotoran ternak.
  2. Masyarakat dapat memanfaatkan kotoran ternak dengan baik sehingga dapat bermanfaat dan menghasilkan uang.

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

1. SOCIAL VALUE

  • Tujuan

    Tujuannya untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dengan cara pengolahan limbah kotoran ternak yang baik.

 

  • Peluang

    Banyaknya masyarakat yang memiliki mata pencaharian sebagai peternak dan kurangnya pengetahuan tentang cara mengolah kotoran ternak yang baik dan benar.

 

  • Pemberdayaan Masyarakat

    Disini masyarakat diajarkan bagaimana cara mengolah kotoran ternak yang benar. Sehingga kotoran ternak tidak lagi mengganggu saluran pernafasan dan tidak lagi menyebabkan penyakit kulit. Bahkan kotoran ternak dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar karna dapat dijual. Selain itu juga meningkatkan kesehatan masyarakat karena terdapat banyak tanaman hijau dilingkungan.

 

2. CIVIL SOCIETY

    Pada awal bergeraknya usaha untuk mengolah kotoran ternak menjadi pupuk yang dapat bernilai jual ini, hanya sekitar 20 keluarga yang bersedia ikut. Tetapi seiring berjalannya waktu, banyak keluarga yang ingin ikut serta dalam usaha ini. Hingga saat ini, usaha untuk mengolah kotoran ternak menjadi pupuk yang dapat bernilai jual ini telah melibatkan 50 keluarga.

 

 

3. INOVASI

Pemanfaatan Kotoran Ternak Menjadi Pupuk Organik

  • Jenis Limbah Usaha Peternak

    Limbah ternak adalah sisa buangan dari suatu kegiatan usaha peternakan seperti usaha pemeliharaan ternak, rumah potong hewan, pengolahan produk ternak, dan sebagainya.Limbah tersebut meliputi limbah padat dan limbah cair seperti feses, urine, sisa makanan, embrio, kulit telur, lemak, darah, bulu, kuku, tulang, tanduk, isi rumen, dan lain-lain (Sihombing, 2010). Semakin berkembangnya usaha peternakan, limbah yang dihasilkan semakin meningkat.

    Total limbah yang dihasilkan peternakan tergantung dari species ternak, besar usaha, tipe usaha dan lantai kandang. Kotoran sapi yang terdiri dari feces dan urine merupakan limbah ternak yang terbanyak dihasilkan dan sebagian besar manure dihasilkan oleh ternak ruminansia seperti sapi, kerbau kambing, dan domba. Umumnya setiap kilogram susu yang dihasilkan ternak perah menghasilkan 2 kg limbah padat (feses), dan setiap kilogram daging sapi menghasilkan 25 kg feses (Sihombing, 2010).

    Menurut Soehadji (2011), limbah peternakan meliputi semua kotoran yang dihasilkan dari suatu kegiatan usaha peternakan baik berupa limbah padat dan cairan, gas, maupun sisa pakan. Limbah padat merupakan semua limbah yang berbentuk padatan atau dalam fase padat (kotoran ternak, ternak yang mati, atau isi perut dari pemotongan ternak).Limbah cair adalah semua limbah yang berbentuk cairan atau dalam fase cairan (air seni atau urine, air dari pencucian alat-alat).Sedangkan limbah gas adalah semua limbah berbentuk gas atau dalam fase gas.

    Pencemaran karena gas metan menyebabkan bau yang tidak enak bagi lingkungan sekitar. Gas metan (CH4) berasal dari proses pencernaan ternak ruminansia. Gas metan ini adalah salah satu gas yang bertanggung jawab terhadap pemanasan global dan perusakan ozon, dengan laju 1 % per tahun dan terus meningkat. Apa lagi di Indonesia, emisi metan per unit pakan atau laju konversi metan lebih besar karena kualitas hijauan pakan yang diberikan rendah. Semakin tinggi jumlah pemberian pakan kualitas rendah, semakin tinggi produksi metan (Suryahadi dkk., 2012).

 

  • Dampak Limbah Peternakan

    Limbah ternak masih mengandung nutrisi atau zat padat yang potensial untuk mendorong kehidupan jasad renik yang dapat menimbulkan pencemaran. Suatu studi mengenai pencemaran air oleh limbah peternakan melaporkan bahwa total sapi dengan berat badannya 5.000 kg selama satu hari, produksi manurenya dapat mencemari 9.084 x 10 7 m3air. Selain melalui air, limbah peternakan sering mencemari lingkungan secara biologis yaitu sebagai media untuk berkembang biaknya lalat. Kandungan air manure antara 27-86 % merupakan media yang paling baik untuk pertumbuhan dan perkembangan larva lalat, sementara kandungan air manure 65-85 % merupakan media yang optimal untuk bertelur lalat.

    Kehadiran limbah ternak dalam keadaan kering pun dapat menimbulkan pencemaran yaitu dengan menimbulkan debu. Pencemaran udara di lingkungan penggemukan sapi yang paling hebat ialah sekitar pukul 18.00, kandungan debu pada saat tersebut lebih dari 6000 mg/m3, jadi sudah melewati ambang batas yang dapat ditolelir untuk kesegaran udara di lingkungan (3000 mg/m3).

    Salah satu akibat dari pencemaran air oleh limbah ternak ruminansia ialah meningkatnya kadar nitrogen. Senyawa nitrogen sebagai polutan mempunyai efek polusi yang spesifik, dimana kehadirannya dapat menimbulkan konsekuensi penurunan kualitas perairan sebagai akibat terjadinya proses eutrofikasi, penurunan konsentrasi oksigen terlarut sebagai hasil proses nitrifikasi yang terjadi di dalam air yang dapat mengakibatkan terganggunya kehidupan biota air (Farida, 2011).

    Hasil penelitian dari limbah cair Rumah Pemotongan Hewan Cakung, Jakarta yang dialirkan ke sungai Buaran mengakibatkan kualitas air menurun, yang disebabkan oleh kandungan sulfida dan amoniak bebas di atas kadar maksimum kriteria kualitas air. Selain itu adanya Salmonella spp. yang membahayakan kesehatan manusia.

    Tinja dan urine dari hewan yang tertular dapat sebagai sarana penularan penyakit, misalnya saja penyakit anthrax melalui kulit manusia yang terluka atau tergores.Spora anthrax dapat tersebar melalui darah atau daging yang belum dimasak yang mengandung spora. Kasus anthrax sporadik pernah terjadi di Bogor tahun 2001 dan juga pernah menyerang Sumba Timur tahun 1980 dan burung unta di Purwakarta tahun 2000 (Soeharsono, 2012).

 

  • Penanganan limbah peternakan

    Limbah peternakan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, apalagi limbah tersebut dapat diperbaharui (renewable) selama ada ternak.Limbah ternak masih mengandung nutrisi atau zat padat yang potensial untuk dimanfaatkan. Limbah ternak kaya akan nutrient (zat makanan) seperti protein, lemak, bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN), vitamin, mineral, mikroba atau biota, dan zat-zat yang lain (unidentified subtances). Limbah ternak dapat dimanfaatkan untuk bahan makanan ternak, pupuk organik, energi dan media berbagai tujuan (Sihombing, 2012).

 

  • Pemanfaatan Sebagai Pupuk Organik

    Pemanfaatan limbah usaha peternakan terutama kotoran ternak sebagai pupuk organik dapat dilakukan melalui pemanfaatan kotoran tersebut sebagai pupuk organik.Penggunaan pupuk kandang (manure) selain dapat meningkatkan unsur hara pada tanah juga dapat meningkatkan aktivitas mikrobiologi tanah dan memperbaiki struktur tanah tersebut.

    Pemanfaatan limbah usaha peternakan terutama kotoran ternak sebagai pupuk organik dapat dilakukan melalui pemanfaatan kotoran tersebut sebagai pupuk organik. Penggunaan pupuk kandang (manure) selain dapat meningkatkan unsur hara pada tanah juga dapat meningkatkan aktifitas mikrobiologi tanah dan memperbaiki struktur tanah tersebut.

    Manfaat penggunaan kompos terhadap tanah menambah kesuburan tanah, memperbaiki struktur tanah menjadi lebih remah dan gembur, memperbaiki sifat kimiawi tanah sehingga unsur hara yang tersedia didalam tanah lebih mudah diserap oleh tanaman, memperbaiki tata air, dan udara didalam tanah sehingga suhu tanah menjadi lebih stabil, mempertinggi daya ikat tanah terhadap zat hara sehingga tidak mudah larut oleh air hujan atau air pengairan dan memperbaiki jasat renik yang hidup didalam tanah.

 

 

4. ECONOMIC ACTIVITY

    Modal awal usaha ini didapat dari hasil iuran anggota, perkeluarga dikenakan iuran sebesar Rp. 20.000,-/KK, terkumpul Rp. 400.000,-

Modal Awal 20.000 × 20 = 400.000

Pengeluaran

  1. Karung                            100.000
  2. Benang dan Jarum Karung                20.000
  3. Ongkos Mengantar Pupuk                150.000

Total                             270.000

Sisa                             130.000

Sisa modal awal sebesar Rp. 130.000,- disimpan sebagai kas.

 

Berikut adalah rincian pendapatan dan pengeluaran setahun terakhir.

Pendapatan:

  1. Kas                            10.000.000
  2. Pendapatan bersih rata-rata per bulan           

1.500.000 × 12 bulan                    18.000.000

Total Pendapatan                    28.000.000

 

Pengeluaran:

  1. Membeli Motor Roda Tiga                15.000.000
  2. Membangun sebanyak 4 MCK             6.000.000
  3. Membangun Warung Sehat                5.000.000

Total Pengeluaran                    26.000.000

Sisa Kas                        2.000.000

 

 

5. PERANAN IT

    Untuk mempromosikan Kampung Pupuk, masyarakat membuat suatu blog yang membahas tentang bagaimana pengolahan kotoran ternak menjadi pupuk organic dan tentang pemberdayaan masyarakat sekitar untuk mengolah limbah kotoran ternak. Selain itu, pupuk juga dipasarkan melalui media online seperti pada market place dan jejaring sosial facebook.

 

 

BAB III

PENUTUP

 

1. KESIMPULAN

    Dengan adanya “Kampung Pupuk” ini dapat meningkatkan keterampilan masyarakat untuk bisa mengolah kotoran ternak dengan baik menjadi pupuk organic. Sehingga kotoran ternak yang awalnya menimbulkan gangguan pernafasan dan penyakit kulit dapat memberi keuntungan berupa nilai jual. Diharapkan kedepannya ada banyak “Kampung Pupuk” yang bisa meningkatkan taraf hidup menjadi lebih baik.

 

 

2. SARAN

    Penulis menyadari masih banyak terdapat kekurangan pada makalah ini. Oleh karena itu, penulis mengharapkan sekali kritik yang membangun bagi makalah ini, agar penulis dapat berbuat lebih baik lagi di kemudian hari. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis pada khususnya dan pembaca pada umum.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Tim Penulis. 2008. Penanganan dan Pengolahan Samapah. Jakarta: Penebar Swadaya.

Sejati, Kuncoro.2009.Pengolahan Sampah Terpadu. Yogyakarta: Kanisius.

Agung Suprihatin; Dwi Prihanto; Michel Gelbert. 1996. Pengelolaan Sampah. Malang: PPPGT / VEDC Malang.

Apriadji, Wied Harry. 1994. Memproses sampah. Jakarta: Penebar Swadaya.

Suhadi. 1995. Wiraswasta Sampah. Surabaya: Bina Ilmu

You may also like...