Uncategorized

Review Jurnal “MEDIA INDORMASI KESEHATAN BAGI MASYARAKAT MENENGAH BERBASIS SMS GATEWAY”

Jurnal MEDIA INDORMASI KESEHATAN BAGI MASYARAKAT MENENGAH BERBASIS SMS GATEWAY

Halaman url :
https://scholar.google.co.id/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=jurnal+informatika+vol.9+no.1+2015&btnG=#d=gs_qabs&p=&u=%23p%3DgLKK-eccmG0J

Jurnal Informatika Vol. 9 , No.1, Januari 2015

Terindeksasi oleh : Scholar Google, neliti

Hasil pencarian menggunakan Search Engine Index by Scholar Google pada tanggal 16 Oktober 2018 jam 12.25

File Jurnal berupa PDF

Media informasi kesehatan masyarakat ini merupakan sistem pengolahan data dan informasi kesehatan di semua tingkat pemerintahan secara sistematis dan terpadu untuk mendukung manajemen kesehatan dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Media informasi ini terdiri dari data, manusia dan proses serta kombinasi perangkat keras, perangkat lunak dan teknologi informasi.Penggunaan media informasi ini terdiri dari 3 tahap yaitu pemasukan data, pemrosesan dan pengeluaran informasi. Media informasi kesehatan ini menggunakan metode semi-blocking atau harus sesuai dengan kata kunci yang ada pada database.

Berdasarkan hasil perancangan disediakan 3 jenis informasi yaitu: gejala, pencegahan, dan pengobatan dari suatu penyakit yang umum dan berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat. Jenis penyakit yang bisa dikenali oleh sistem mampu mencapai hingga 1000 jenis, sehingga akanmembantu masyarakat mendapatkan informasi untuk mendukung keputusan tindakan yang akan dilakukan saat darurat secara cepat, kapan saja dan dimana saja sedangkan waktu respon rata-rata SMS sekitarnya 6 detik tergantung kualitas sinyal dan trafic data dari suatu provider oleh pengguna.

Kesehatan adalah rahmat karunia dari Tuhan yang sangat berharga dan harus kita syukuri. Apapun akan kita lakukan untuk kembali sehat tatkala badan sudah menunjukkan gejala tidak sehat maupun sedang sakit. Pola hidup seperti, menu makanan, kondisi lingkungan serta rendahnya tingkat kesadaran untuk hidup sehat adalah faktor yang dominan sebagai penyebab kurang sehatnya tubuh. Bagi lingkungan perkotaan yang dengan mudah mendapatkan fasilitas dan juga informasi kesehatan, tentu tingkat kesadaran akan pentingnya kesehatan relatif lebih tinggi jika dibandingkan dengan daerah pinggiran maupun pelosok.

Dengan teknologi jaringan komunikasi nirkabel serta kemampuan masyarakat saat ini untuk memiliki perangkat pendukungnya, dalam hal ini hand set komunikasi, yang sudah bisa diperoleh dengan harga yang sangat terjangkau, akan memudahkan dan mempercepat distribusi informasi kepada masyarakat. Seperti kita ketahui saat ini bahwasannya masyarakat kota hingga pelosok sudah tidak asing lagi dengan piranti hand phone (HP) yang bisa melakukan komunikasi suara maupun data (GPRS, MMS dan SMS). Untuk itulah dalam penelitian ini fokus terhadap penyebaran informasi kesehatan melalui layanan pesan singkat (Short Message Service – SMS) dengan beberapa alasan, yaitu murahnya biaya penggunaan yang tidak membebani masyarakat secara berlebih serta masih jarang sekali pola penyebaran informasi kesehatan pada masyarakat menggunakan metode tersebut. Dan semua itu sangat mungkin dilakukan dengan penerapan teknologi saat ini. Sehingga untuk itulah penelitian ini akan dilakukan yang pada akhirnya mampu menjawab persoalan yang ada dan benar-benar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat luas terutama masyarakat yang jauh dari kemudahan akses informasi kesehatan layaknya di wilayah kota. Sehingga kesadaran akan kesehatan akan muncul dari semua kalangan masyarakat di Indonesia, tua, muda, di kota maupun di desa.

Sistem informasi kesehatan merupakan suatu pengelolaan informasi di seluruh tingkat pemerintah secara sistematis dalam rangka penyelenggaraan pelayanan kepada masyarakat. Peraturan perundang-undangan yang menyebutkan sistem informasi kesehatan adalah Kepmenkes Nomor 004/Menkes/SK/I/2003 tentang kebijakan dan strategi desentralisasi bidang kesehatan dan Kepmenkes Nomor 932/Menkes/SK/VIII/2002 tentang petunjuk pelaksanaan pengembangan sistem laporan informasi kesehatan Kabupaten/Kota. Hanya saja dari isi kedua Kepmenkes mengandung kelemahan dimana keduanya hanya memandang sistem informasi kesehatan dari sudut padang manejemen kesehatan, tidak memanfaatkan state of the art teknologi informasi serta tidak berkaitan dengan sistem informasi nasional. Teknologi informasi dan komunikasi juga belum dijabarkan secara detail sehingga data yang disajikan tidak tepat dan tidak tepat waktu.
Sistem informasi, pada dasarnya terdiri dari minimal 2 aspek yang harus berjalan secara selaras, yaitu aspek manual dan aspek yang terotomatisasi (aspek komputer).

SMS (Short Message Service) bukan hal baru pada teknologi mobile, tetapi penggunaannya seolah sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, dan mungkin SMS termasuk kegiatan rutin yang dilakukan setiap hari. Perkembangan teknologi mobile seperti EMS, MMS, ringtone, gambar, ataupun video conference, cara bertukar informasi dengan SMS yang menggunakan teks sederhana masih tetap menjadi pilihan utama. Short Message Service (SMS) adalah layanan komunikasi standar dalam sistem komunikasi selular, dengan menggunakan protokol komunikasi standar yang memungkinkan pertukaran pesan teks singkat antara perangkat telepon selular.

Membangun aplikasi SMS gateway tidak memerlukan modal yang besar, yang penting minimal memiliki komputer beserta handphone, kabel data (kabel berantarmuka sosial yang dapat menghubungkan ponsel dengan komputer) dan aplikasi. Namun untuk keperluan pelayanan kepada masyarakat, sebaiknya menggunakan modem GSM yang spesifik digunakan untuk SMS gateway.

(Ade Hadiono, 2010) melakukan penelitian tentang penerapan aplikasi basis data yang berisi informasi daftar obat dan referensi kesehatan yang umumnya diperlukan masyarakat dengan memanfaatkan jaringan internet. Dari hasil penelitian yang dilakukan membuktikan penggunaan basis data kesehatan sangat membantu masyarakat untuk mengetahui daftar obat serta kaitannya dengan penyakit yang ada sehingga membantu sekali bagi masyarakat dalam mengetahui jenis obat dan manfaatnya untuk menentukan tindakan pencegahan maupun pengobatan suatu penyakit. Namun informasi yang tersedia berdasarkan jenis-jenis obat yang ada dan tidak berdasarkan penyakitnya sehingga informasi ini hanya penguat saja terhadap resep yang diberikan dokter untuk menelusuri informasi lebih detailnya, dan informasi ini hanya bisa diakses dengan media internet saja.

METODE PENELITIAN

Model yang digunakan dalam penelitian ini dalam bentuk purwarupa (mock up) yang bisa diaplikasikan langsung terhadap subjek penelitian yaitu masyarakat yang bisa langsung mengakses sistem informasi kesehatan sesuai dengan masalah yang ingin diketahui detailnya.

MATERI PENELITIAN

Materi penelitian yang akan dikaji menyangkut pada teknis penerapan dan pengujian sistem yang terdiri dari beberapa hal:
1) Protokol komunikasi APRS.
2) Protokol komunikasi TCP/IP.
3) Data-data variabel untuk layanan informasi kesehatan masyarakat.
4) Pengolahan dan penyajian data-data variabel berbasis SMS (Short Message Service).

RANCANGAN PENELITIAN
Dari model yang ditunjukkan pada Gambar 3, selanjutnya akan dirancang sistem informasi kesehatan untuk membuktikan dan menguji rumusan masalah yang digunakan.
Terdapat beberapa bagian dalam rancangan sistem, yaitu:

1) Server SMS (Short Message Service)
Bagian ini berfungsi sebagai pengelola fasilitas pesan singkat (SMS) baik yang masuk maupun yang keluar. Sehingga dipastikan tidak terjadi kekacauan fasilitas pelayanan informasi kesehatan pada masyarakat saat terjadi akumulasi pesan singkat dalam kapasitas besar.

2) Modem GSM/CDMA
Untuk menghubungkan komputer server dengan jaringan GSM/CDMA sebagai penyedia layanan pesan singkat (SMS) dibutuhkan piranti modem yang membantu baik menerima pesan singkat yang masuk maupun pesan singkat yang keluar dalam kapasitas yang besar.

3) Server Basis Data
Server basis data tidak seperti server SMS yang berupa perangkat keras, namun server basis data berupa perangkat lunak yang akan mengelola semua informasi yang akan digunakan.

4) Perangkat Lunak SMS Gateway
Di dalam server SMS akan menjalankan perangkat lunak SMS Gateway yang menggunakan aplikasi gratis yaitu GAMMU. Aplikasi ini sebenarnya beroperasi juga dengan memanfaatkan basis data MySQL dan PHP.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Perangkat lunak SMS Gateway yang digunakan pada sistem informasi kesehatan masyarakat hasil pengembangan selama penelitian ini terdiri dari beberapa bagian.
-Graphical User Interface (GUI)
Merupakan tampilan default dari perangkat lunak yang menunjukkan isi dari basis data sistem, berupa jenis, gejala, pencegahan, dan pengobatan penyakit.

-Pengaturan komunikasi

Menu pengaturan ini dibutuhkan agar perangkat lunak bisa berkomunikasi dengan perangkat keras modem GSM untuk menjalankan fungsi SMS Gateway. Parameter pengaturan komunikasi terbagi menjadi beberapa bagian :
1) Port Komunikasi: digunakan untuk menentukan lokasi port serial dimana perangkat keras modem GSM terpasang.
2) Baud Rate: digunakan untuk menentukan kecepatan transmisi data antara komputer dengan modem GSM. Secara default bernilai 9600 bps.
3) Data Bits: digunakan untuk menentukan lebar bit data komunikasi serial. Secara default bernilai 8-bit.
4) Stop Bits: digunakan untuk menentukan stop bit data komunikasi serial. Secara default bernilai 1-bit.
5) Parity: digunakan untuk menentukan parity bit data komunikasi serial. Secara default bernilai NONE.
6) Flow Control: digunakan untuk menentukan metode Flow Control data komunikasi serial. Secara default bernilai NONE.

-Antarmuka Basis Data

Bagian ini digunakan untuk membuat database baru, merubah database, maupun menghapus database. Terdapat 4 bagian isian, yaitu: parameter kata kunci yang digunakan untuk menentukan kata kunci penyakit yang ingin diketahui oleh masyarakat, informasi gejala penyakit yang menyertai berdasarkan kata kuncinya, informasi pencegahan terhadap penyakit sesuai kata kuncinya, dan informasi pengobatan terhadap penyakit sesuai kata kuncinya.

Setiap SMS yang masuk dari masyarakat harus mengandung 2 parameter, yaitu kata kunci utama (jenis penyakit) dan kata kunci lain, yaitu kata: “GEJALA”/“CEGAH”/“OBAT”.

-Antarmuka Piranti Modem GSM
Bagian ini berfungsi untuk antarmuka komunikasi serial dengan modem GSM dalam rangka pengaturan/pengamatan kinerja perangkat keras.

-SMS Console
Bagian ini berfungsi untuk menampilkan informasi SMS masuk maupun SMS yang
akan dikirimkan.
Hasil Unjuk Kerja Sistem dan Penyajian Data Pada bahasan hasil yang sudah dicapai, ditunjukkan 3 bagian yang bisa mewakili kinerja dari respon sistem informasi kesehatan masyarakat berbasis SMS Gateway.

1) Informasi Gejala Penyakit
Kemampuan pengenalan isi pesan dari pengguna yang berbeda polanya namun bisa dikenali sebagai permintaan informasi gejala suatu penyakit.

2) Informasi Pencegahan Penyakit
Kemampuan pengenalan isi pesan dari pengguna yang berbeda polanya namun bisa dikenali sebagai permintaan informasi pencegahan suatu penyakit.

3) Informasi Pengobatan Penyakit
Kemampuan pengenalan isi pesan dari pengguna yang berbeda polanya namun bisa dikenali sebagai permintaan informasi pengobatan suatu penyakit.

KESIMPULAN
Dalam perancangan dan pembuatan perangkat lunak SMS Gateway untuk sistem informasi kesehatan yang dijadikan sebagai bahan penelitian yang sudah dilakukan ini diperoleh beberapa kesimpulan yang dapat digunakan sebagai pertimbangan pengembangannya ke depan, yaitu antara lain:
a. Sistem informasi kesehatan masyarakat ini memanfaatkan layanan pesan singkat sangat efektif dan murah sehingga masyarakat mudah untuk mengakses informasi seputar penyakit kapan saja dan di mana saja secara cepat.
b. Database informasi penyakit bisa di-update secara dinamis dan mudah berdasarkan dinamika penyakit yang ada.
c. Parameter informasi masih sangat mungkin dikembangkan lebih dari 3 paramater (gejala, pencegahan, dan pengobatan). Misal ditambahkan parameter lain: sebab, klinik/dokter rujukan, dan sebagainya.
d. Waktu respon rata-rata SMS sekitarnya 6 detik tergantung kualitas sinyal dan trafic data dari suatu provider oleh pengguna.
e. Bisa diterapkan sistem kecerdasan buatan untuk mengenali pola isi pesan oleh pengguna, sehingga kemampuan untuk mentoleransi kesalahan tulis bisa semakin baik. Hal ini akan lebih memudahkan pengguna yang kurang begitu mengerti ejaan yang benar dari suatu nama penyakit.

DAFTAR PUSTAKA
[1] Ade Hadiono (2010), Sistem Informasi Daftar Obat dan Kesehatan Keluarga Indonesia melalui Internet., Jurnal Ilmiah Niagara Vol. 1 No. 1, April 2010.
[2] Joko Lianto Buliali, Suhadi Lili, Deddy Cahyadi (2007), Sistem Pencatatan Informasi Medis Berbasis Teknologi Microsoft .Net. Jurnal Informatika Vol. 3 No.1: 97-118, Juni 2007.
[3] Kemenkes RI. (2009). Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. http://depkes.go.id
[4] Kemenkes RI. (2007). Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 837 tahun 2007 tentang Pengembangan Jaringan Komputer Online Sistem Informasi Kesehatan Nasional. http://depkes.go.id
[5] Sugiono (2007), Perancangan Sistem Informasi Appointment Pasien Berbasis Sms
(Short Message Service) Di Rumah Bersalin Dan Balai Pengobatan (RBBP) Rajawali Citra Bantul Yogyakarta. Seminar Nasional Teknologi (SNT 2007), ISSN : 1978 –9777, 2007.

Review ini dibuat sebagai materi Tugas MK “teknologi dan informasi” pada jurusan kebidanan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sukabumi
yang diampu oleh Geri Sugiran AS, STP

You may also like...